Belum Tuntas kasus dugaan korupsi yang membelit Bank BJB, terkait pengadaan iklan Rp 409 miliar yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun dugaan korupsi pemberian kredit ke PT Sritex sebesar Rp 543 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung, kini muncul kembali Masalah baru.
Kali ini, dugaan pembobolan brankas oleh staf Bank BJB Cabang Soreang mencuat ke permukaan dengan nilai fantastis, mencapai Rp 2,5 miliar.
Informasi mengenai dugaan penyelewengan atau fraud di Bank BJB Cabang Soreang ini terkesan sangat tertutup dan tidak banyak diketahui publik.
Sumber yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa kasus ini sengaja dirahasiakan. “Kasus fraud yang dilakukan oleh karyawan Bank BJB di Cabang Soreang cukup mengejutkan,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, Jumat, (11/7/2025).
Modus operandi dugaan fraud ini disebut-sebut dilakukan oleh seorang staf Bank BJB dengan mengambil uang langsung dari brankas.
“Kasus dugaan fraud ini baru belakangan ini diketahui. Total uang yang diambil dari brankas mencapai total Rp 2,5 miliar,” tambah sumber tersebut, menegaskan besarnya kerugian yang ditimbulkan.
Kabar mengenai dugaan pembobolan ini juga dibenarkan oleh seorang karyawan Bank BJB yang lain, yang mengungkapkan bahwa isu ini mulai ramai diperbincangkan di kalangan internal.
“Saya juga mendengar ada kasus tersebut. Namun bagaimana detail kasus tersebut, saya belum dapat informasi lengkap,” ucap karyawan tersebut, menunjukkan minimnya transparansi informasi bahkan di lingkup internal bank.
Lebih lanjut, disebutkan bahwa modus pembobolan uang Bank BJB Cabang Soreang oleh staf tersebut dilakukan melalui pengambilan uang dari brankas ATM.
Kasus dugaan fraud ini diperkirakan baru terungkap sekitar sebulan lalu, atau sekitar bulan Juni 2025. Jumlah kerugian sebesar Rp 2,5 miliar ini tentu saja cukup mengejutkan dan menambah panjang daftar permasalahan yang dihadapi bank daerah tersebut.
Saat dimintai konfirmasi terkait dugaan fraud ini, Pimpinan Cabang BJB Soreang, Dody Setiawan, memilih untuk tidak memberikan keterangan langsung.
“Nanti Corsec ya Pak, tidak via saya, punten,” ujar Dody Setiawan, mengarahkan awak media untuk menghubungi bagian Corporate Secretary (Corsec) Bank BJB.
Ketika disampaikan bahwa sebagai Pimpinan Cabang perlu memberikan konfirmasi atas kasus serius yang terjadi di wilayahnya, Dody Setiawan kembali menegaskan bahwa masalah tersebut ditangani oleh Corporate Secretary.
“Ada Corsec Pak yang handle. Bukan saya. Maaf ya kan tugasnya sudah ada masing-masing. Punten mohon mengerti,” pungkasnya, menunjukkan keengganan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Corporate Secretary Bank BJB terkait kasus dugaan pembobolan brankas senilai Rp 2,5 miliar ini.
Publik menanti kejelasan dan langkah tegas dari pihak berwenang serta manajemen Bank BJB untuk mengungkap tuntas kasus ini dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Tanggapan dari Manajemen Kantor Pusat Bank BJB.
Kasus pembobolan bank bjb cabang Soreang yang dilakukan oleh staf dengan mengambil uang dari brangkas senilai Rp 2,5 miliar mendapat tanggapan dari manajemen kantor pusat bank bjb melalui Devisi Corsec bank bjb. Pemimpin Devisi Corsec Bank BJB Ayi Subarna memberikan tanggapan atas kasus fraud tersebut.
“Oke Pak terkait tanggapan, saya menunggu presscon (Pres Conferensi/Juma Pers) dari Kapolres,” kata Ayi Subarna dalam pesan yang diterima Pikiran Rakyat. Tidak ada lagi keterangan lain yang disampaikan Ayi Subarna atas kasus fraud tersebut.
Padahal sebelumnya, Ayi Subarna pernah menjabat sebagai Pimpinan Cabang bank bjb Soreang, sebelum ia di dapuk menjadi Pemimpin Devisi Corsec bank bjb sejak 28 Oktober 2024.
Dalam surat konfirmasi yang dikirimkan, Pikiran Rakyat meminta penjelasan dari Pimdiv Corsec bjb bagaimana kantor pusat bank bjb dalam menanggani terjadinya kasus fraud di bjb cabang Soreang tersebut . Kemudian, meminta penjelasan kenapa kasus fraud itu terjadi dengan modus staf bisa ambil uang di brangkas total sebesar Rp 2,5 M.
Selanjutnya juga meminta penjelasan sejak kapan kasus fraud itu terjadi, penjelasan mengenai SOP pengawasan terhadap kantor cabang bjb Soreang, langkah penangganan kasus fraud tersebut serta apakah dengan terjadinya kasus fraud tersebut karena tidak berjalannya SOP pengawasan di internal bank bjb.
Kini muncul kasus baru di tubuh bank BJB milik pemerintah daerah tersebut yakni adanya dugaan pembobolan yang dilakukan oleh karyawan bank bjb cabang Soreang, Tidak tanggung-tanggung total uang yang dibobol sebesar Rp 2,5 miliar.
beritabisnis-online.com.com
